Tradisional X Modern di Sound of Game‘Land

Jan 15, 2017
265 Views

 

Minikutumedia.com – Hai Sahabat Kutu tercinta! Di Event Review kali ini, kita punya event yang lain dari yang lain. Sound of Game’Land! Event yang diadain oleh Mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ini keren banget loh! karena mereka berani ngegabungin kesenian musik tradisional dengan musik modern yang kekinian.

Gelaran ini dimulai jam 7 malam, dibuka oleh penampilan Ceremonial Gamelan, Tari dan permainan Kecapi Mang Ayi dengan pantunnya. Dilanjutin sama Rita Tila dengan suaranya yang duhh.. kalo sahabat kutu denger langsung pasti speechless saking merdunya ehehe maaf lebay

Selanjutnya ada Kimokal, itu tuuh duo yang beranggotakan Kimo Rizky and Kallula Harsynta Esterlita. Penampilan Kimokal ini jadi favorit kutu, kenapa? Karena menurut kutu, genre yang di usung oleh kimokal sendiri udah unik banget, nah ditambah lagi sama alunan gamelan yang disajiin anak-anak UPI. Belum lagi presentasi Kimokal yang bisa bawa kamu ke nuansa musik 70-an. Pokonya mantap!

Sebelum penampilan atau pergantian artis, Game’Land selalu ngebukanya dengan permainan kecapi dan pantun dari Mang Ayi. Walaupun cuma tampil beberapa menit, Mang Ayi ini bisa banget ngehibur penonton yang nungguin penampilan artis favoritnya.

Lanjut lagi..

Hei para Bassist! Kamu belum afdol jadi Bassist kalo belum tau cowok kece yang satu ini, Barry Likumahuwa! Barry bawa rombongan ke Sound of Game’Land, yang salah satunya ada Albert Fakdawer. Itu loh yang berperan sebagai Denias di film Denias, Senandung di Atas Awan 10 tahun lalu.

Mereka bawain total enam lagu, yaitu lagu opening, Tabula Rasa/Generasi Sinergi, Montalvo Sound, Lebih Tinggi, Rumah Kita, dan lagu penutupnya berjudul Unity. Waktu di atas panggung.

Barry sedikit cerita tentang pengalamannya waktu unjuk gigi di luar negeri kalau dia sempat malu karena disana banyak penampil dari berbagai macam bangsa yang membawakan musik dengan alat musik khas negaranya masing-masing, sedangkan dia malah bermain bass yang bukan alat musik khas Indonesia. Maka dari itu di Sound of Game’Land Barry seneng banget bisa kolaborasi dengan alat musik tradisional Indonesia, kan jarang-jarang tuh momennya hehe. Semangat terus buat Kak Barry!

Dua penampilan terakhir, Game’Land punya Stars and Rabbit dan Tompi. Buat Stars and Rabbit, jujur aja kutu kurang puas karena penampilan mereka singkat banget, gak berasa huhu. Tapi tetep, Kak Elda dkk gak pernah gagal bawa penonton larut kedalam musik mereka yang t.o.p. Thumbs up buat Stars and Rabbit!

Hmm.. sebelumnya untuk Tompi, kutu sempet denger selentingan-selentingan kalau Tompi belum ngasih list lagu yang bakal dibawain sampai hari-h. Sayang banget ya, Sahabat Kutu. Tapi, tanpa mengurasi profesionalismenya sebagai penyanyi, Tompi tetep tampil keren dengan bawain beberapa lagu dan duet bareng Rita Tila, walaupun penonton harus nunggu untuk beberapa waktu. Di lagu terakhir penonton juga dikasih potongan lagu Tompi yang baru rilis, judulnya Sandiwara.

Overall, Kutu seneng bisa diajak dateng ke Sound of Game’Land yang berjalan sukses! Semangat buat Mahasiswa Seni Musik UPI, terimakasih dengan event kerennya. Sampai jumpa di event keren selanjutnya. Jangan bosen-bosen ngundang Minikutu hihi

Bonus picture! akang-akang pemain gamelan yang nampil dikit hehe

  Minikutumedia.com – Hai Sahabat Kutu tercinta! Di Event Review kali ini, kita punya event yang lain dari yang lain. Sound of Game’Land! Event yang diadain oleh Mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ini keren banget loh! karena mereka berani ngegabungin kesenian musik tradisional dengan musik modern yang kekinian. Gelaran ini dimulai jam 7 malam, dibuka oleh penampilan Ceremonial Gamelan, Tari dan permainan Kecapi Mang Ayi dengan pantunnya. Dilanjutin sama Rita Tila dengan suaranya yang duhh.. kalo sahabat kutu denger langsung pasti speechless saking merdunya ehehe maaf lebay Selanjutnya ada Kimokal, itu tuuh duo yang beranggotakan Kimo Rizky and Kallula Harsynta Esterlita. Penampilan Kimokal ini jadi favorit kutu, kenapa? Karena menurut kutu, genre yang di usung oleh kimokal sendiri udah unik banget, nah ditambah lagi sama alunan gamelan yang disajiin anak-anak UPI. Belum lagi presentasi Kimokal yang bisa bawa kamu ke nuansa musik 70-an. Pokonya mantap! Sebelum penampilan atau pergantian artis, Game’Land selalu ngebukanya dengan permainan kecapi dan pantun dari Mang Ayi. Walaupun cuma tampil beberapa menit, Mang Ayi ini bisa banget ngehibur penonton yang nungguin penampilan artis favoritnya. Lanjut lagi.. Hei para Bassist! Kamu belum afdol jadi Bassist kalo belum tau cowok kece yang satu ini, Barry Likumahuwa! Barry bawa rombongan ke Sound of Game’Land, yang salah satunya ada Albert Fakdawer. Itu loh yang berperan sebagai Denias di film Denias, Senandung di Atas Awan 10 tahun lalu. Mereka bawain total enam lagu, yaitu lagu opening, Tabula Rasa/Generasi Sinergi, Montalvo Sound, Lebih Tinggi, Rumah Kita, dan lagu penutupnya berjudul Unity. Waktu di atas panggung. Barry sedikit cerita tentang pengalamannya waktu unjuk gigi di luar negeri kalau dia sempat malu karena disana banyak penampil dari berbagai macam bangsa yang membawakan musik dengan alat musik khas negaranya masing-masing, sedangkan dia malah bermain bass yang bukan alat musik khas Indonesia. Maka dari itu di Sound of Game’Land Barry seneng banget bisa kolaborasi dengan alat musik tradisional Indonesia, kan jarang-jarang tuh momennya hehe. Semangat terus buat Kak Barry! Dua penampilan terakhir, Game’Land punya Stars and Rabbit dan Tompi. Buat Stars and Rabbit, jujur aja kutu kurang puas karena penampilan mereka singkat banget, gak berasa huhu. Tapi tetep, Kak Elda dkk gak pernah gagal bawa penonton larut kedalam musik mereka yang t.o.p. Thumbs up buat Stars and Rabbit! Hmm.. sebelumnya untuk Tompi, kutu sempet denger selentingan-selentingan kalau Tompi belum ngasih list lagu yang bakal dibawain sampai hari-h. Sayang banget ya, Sahabat Kutu. Tapi, tanpa mengurasi profesionalismenya sebagai penyanyi, Tompi tetep tampil keren dengan bawain beberapa lagu dan duet bareng Rita Tila, walaupun penonton harus nunggu untuk beberapa waktu. Di lagu terakhir penonton juga dikasih potongan lagu Tompi yang baru rilis, judulnya Sandiwara. Overall, Kutu seneng bisa diajak dateng ke Sound of Game’Land yang berjalan sukses! Semangat buat Mahasiswa Seni Musik UPI, terimakasih dengan event kerennya. Sampai jumpa di event keren selanjutnya. Jangan bosen-bosen ngundang Minikutu hihi Bonus picture! akang-akang pemain gamelan yang nampil dikit hehe

7.7

KECE CEESKUH!

Review Kutu:

Menurut kutu event ini berkonsep yang tak biasa dan sangat-sangat keren!!! terutama mereka adalah mahasiswa yang dimana kebanyakan anak muda apalagi mahasiswa tidak suka akan musik tradisional Indonesia. sedikit kekurangan hanya pada transisi talent satu ke talent yang lainnya yang terlalu memakan waktu dan sedikit miss, Ya, kutu tahu kalo persiapan talent naik ke atas panggung itu tidak mudah dan memakan waktu, namun karena konsep mereka yang bermaksud jalan terus tanpa jeda, hal itu jadi sedikit sorotan penonton. kalo kutu boleh ngasih saran, karena mereka bekerja sama dengan salah satu ph visual video, kenapa gak beri jeda kepada penonton untuk menonton terlebih dahulu video-video kreatif dan berbeda-beda tentunya. Setelah dirasa semua cukup siap, barulah mang ayi selaku host untuk tampil sebelum talent selanjutnya naik ke atas panggung agar setiap mang ayi beres, talent sudah siap naik. selain hal itu kece badai yang tiada dua!!! bener kata kak barry kalo acara ini harus ada lagi bulan depan atau tahun depan!!!

KECE CEESKUH!

7.7

8
How you feel for this post?
Share your vote!
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Leave a Reply

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better